Jakarta – Industri expo dan pameran di Indonesia memiliki rantai bisnis yang jauh lebih luas daripada sekadar penyewaan gedung dan pembangunan booth. Di balik berlangsungnya sebuah pameran terdapat berbagai produk pendukung yang dibutuhkan oleh penyelenggara, kontraktor pameran hingga peserta atau exhibitor.
Aktivitas pameran sendiri terus berlangsung di berbagai pusat MICE Indonesia. Jakarta International Expo (JIExpo), misalnya, menjadi lokasi berbagai pameran perdagangan sepanjang 2026, mulai dari sektor elektronik, kecantikan, tekstil, konstruksi, pertambangan, percetakan hingga manufaktur.
Bagi masyarakat yang baru mengenal industri expo, bentuk booth yang terlihat sederhana sebenarnya tersusun dari sejumlah komponen.
Paket standard booth atau shell scheme dalam berbagai pameran di Indonesia umumnya telah memasukkan elemen seperti dinding atau partisi booth, karpet, papan nama perusahaan, furnitur, pencahayaan dan sambungan listrik.
Lantas, apa saja produk yang paling sering digunakan?
Berikut lima produk utama yang menjadi bagian penting dalam industri expo di Indonesia.
1. Sistem Booth Modular dan Partisi Pameran
Produk pertama adalah sistem booth modular.
Sistem ini digunakan untuk membentuk area pameran menjadi beberapa booth peserta. Komponennya umumnya terdiri dari rangka aluminium, panel dinding, tiang dan berbagai konektor yang dapat dipasang serta dibongkar kembali setelah kegiatan selesai.
Pada pameran dengan konsep standard booth, partisi menjadi pembatas utama antara satu exhibitor dengan exhibitor lainnya.
GIFA Indonesia 2026 di JIExpo, misalnya, menyediakan paket stand yang mencakup dinding panel dengan tinggi sekitar 2,44 meter, selain karpet, papan nama dan pencahayaan.
Keunggulan sistem modular adalah dapat digunakan berulang kali dan relatif cepat dalam proses pemasangannya. Karena itu, produk ini menjadi salah satu aset penting bagi perusahaan kontraktor pameran.
Selain sistem standard booth, industri kini juga banyak menggunakan custom booth.
Custom booth biasanya memanfaatkan kombinasi plywood, besi, aluminium, printed graphic hingga material dekoratif untuk menghasilkan desain yang lebih sesuai dengan identitas sebuah brand.
Meski demikian, untuk pameran yang melibatkan puluhan hingga ratusan peserta, sistem modular masih menjadi salah satu pilihan paling efisien.
2. Karpet dan Flooring Pameran
Produk kedua yang hampir selalu ditemui dalam sebuah expo adalah karpet pameran.
Karpet berfungsi bukan hanya memperindah booth, tetapi juga membedakan area peserta dengan jalur pengunjung serta membuat keseluruhan area pameran terlihat lebih rapi.
Pada paket standard booth GIFA Indonesia maupun Expo Clean Indonesia, misalnya, karpet menjadi bagian dari fasilitas booth yang disediakan kepada exhibitor.
Jenis yang banyak digunakan untuk kebutuhan expo adalah needle punch carpet karena praktis untuk pemasangan sementara dengan cakupan area yang luas.
Pilihan warna karpet juga dapat menjadi bagian dari konsep visual pameran. Warna yang berbeda dapat digunakan untuk membedakan zona produk, area VIP, jalur utama maupun kategori peserta.
Untuk booth premium, penggunaan flooring berkembang lebih jauh dengan hadirnya vinyl, laminated flooring hingga raised floor.
Artinya, flooring bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi juga telah menjadi bagian dari desain dan pengalaman pengunjung.
3. Furnitur Pameran
Booth tentu tidak cukup hanya memiliki dinding dan lantai.
Karena itu, furnitur pameran menjadi produk ketiga yang memiliki tingkat penggunaan tinggi dalam industri expo.
Produk yang umum digunakan antara lain meja informasi, meja bulat, kursi lipat, easy chair, counter display, rak produk hingga tempat sampah.
Standard shell scheme pada DRT Show Indonesia, misalnya, mencantumkan information desk dan dua folding chair untuk booth berukuran 9 meter persegi. Paket stand GIFA Indonesia juga memasukkan easy chair, lockable counter dan round table sesuai luas booth peserta.
Kebutuhan furnitur kemudian meningkat pada custom booth.
Sebuah exhibitor dapat membutuhkan sofa untuk menerima tamu, bar stool, showcase produk, lemari penyimpanan hingga meja meeting.
Hal ini membuat bisnis furnitur expo memiliki karakteristik berbeda dengan furnitur rumah atau kantor.
Produk harus relatif mudah dipindahkan, tahan terhadap penggunaan berulang dan praktis dalam proses mobilisasi serta penyimpanan.
Karena kegiatan pameran bersifat sementara, skema rental atau penyewaan juga menjadi model yang sangat relevan untuk kategori produk ini.
4. Lighting dan Peralatan Listrik
Produk berikutnya yang tidak kalah penting adalah lighting dan electrical equipment.
Pencahayaan membantu membuat produk yang dipamerkan terlihat lebih menarik, sekaligus membangun suasana booth.
Pada standard booth, lampu biasanya telah menjadi fasilitas dasar. DRT Show Indonesia, misalnya, memasukkan dua lampu dan satu electrical power socket untuk standard booth 9 meter persegi. Sementara Expo Clean Indonesia juga memasukkan lighting serta power socket dalam paket shell scheme.
Pada booth yang lebih kompleks, kebutuhan listrik dapat meningkat cukup signifikan.
Televisi, LED display, laptop, mesin demo, refrigerator, sound system hingga perangkat charger membutuhkan pasokan listrik yang aman dan memadai.
Karena itu, kebutuhan expo tidak berhenti pada lampu.
Distribusi daya, kabel, socket, panel listrik hingga berbagai perangkat pendukung menjadi bagian penting dalam pekerjaan teknis sebuah pameran.
Semakin banyak teknologi yang digunakan di dalam booth, semakin penting pula perencanaan kebutuhan listrik sejak tahap desain.
5. Fascia, Signage dan Materi Branding
Produk kelima adalah fascia dan signage.
Pada standard booth, fascia biasanya ditempatkan di bagian atas booth dan digunakan untuk mencantumkan nama perusahaan serta nomor stand.
GIFA Indonesia dan sejumlah penyelenggara expo lainnya memasukkan fascia atau name board sebagai bagian dari paket standard booth.
Namun dalam perkembangannya, kebutuhan branding jauh lebih luas.
Exhibitor dapat menggunakan printed backdrop, sticker branding, banner, lightbox, standing display, hanging sign hingga berbagai materi komunikasi visual lainnya.
Fungsi produk ini sangat penting karena pengunjung sebuah expo berhadapan dengan banyak brand dalam satu tempat.
Booth harus dapat dikenali dalam waktu singkat.
Logo, warna perusahaan, pesan utama hingga penempatan produk harus dibuat mudah terlihat dari jalur pengunjung.
Karena itu, signage dan printing menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari industri kontraktor pameran.
Teknologi Digital Mulai Melengkapi Booth
Selain lima produk utama tersebut, penggunaan perangkat digital juga semakin berkembang.
Televisi, touchscreen display hingga LED screen mulai digunakan untuk menampilkan katalog, video perusahaan, simulasi produk maupun materi promosi.
Pada paket turnkey exhibition internasional, misalnya, penggunaan TV screen telah dipadukan dengan struktur booth, signage, lighting, furniture dan flooring.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa booth pameran secara bertahap berubah dari ruang display statis menjadi ruang komunikasi yang semakin interaktif.
Peluang Bisnis Besar di Balik Industri Expo
Bagi pelaku usaha, industri expo memiliki karakteristik yang menarik karena banyak perlengkapannya dapat digunakan kembali.
Partisi modular, meja, kursi, lampu hingga sejumlah perangkat display merupakan aset yang dapat disewakan untuk berbagai kegiatan selama kondisinya tetap terawat.
Di sinilah terdapat peluang bagi perusahaan penyedia perlengkapan event dan expo.
Bisnis tidak harus selalu dimulai dengan kemampuan membangun custom booth berskala besar. Pelaku usaha dapat memilih spesialisasi tertentu, misalnya penyewaan furnitur expo, flooring, partisi, lighting atau perlengkapan display.
Setelah aset dan jaringan pelanggan bertambah, layanan dapat berkembang menuju one stop exhibition equipment, yaitu menyediakan berbagai kebutuhan peserta dan penyelenggara dalam satu perusahaan.
Besarnya aktivitas pameran juga terlihat dari kapasitas venue di Indonesia. JIExpo memiliki sekitar 50.000 meter persegi ruang hall indoor, sedangkan Indonesia Convention Exhibition (ICE) memiliki 10 exhibition hall dengan total sekitar 50.000 meter persegi ruang pameran.
Pada akhirnya, industri expo bukan hanya bisnis mengenai siapa yang menyelenggarakan pameran.
Ada industri lain yang hidup di belakangnya.
Booth modular, karpet, furnitur, lighting dan electrical equipment, serta signage dan branding merupakan lima kelompok produk yang menjadi fondasi penting dalam sebuah pameran.
Ketika aktivitas expo terus berkembang, kebutuhan terhadap produk-produk tersebut juga menciptakan peluang bagi produsen, distributor, perusahaan rental hingga kontraktor pameran di Indonesia.

